Semboyan yang Kurang Lengkap

Keinginan menulis sedang membuncah. Ide-ide dan pemikiran, praktis membanjiri kepala. Banyak hal ingin diungkapkan. Namun, hanya sedetik mati lampu, semua itu hanya angan. File belum tersimpan, hilang. Kembali dari awal. Kembali dari nol. Dan nyatanya, memulai kembali apa yang dulu pernah dirintis, tidak semudah mengganti channel TV dengan remote.
Hal tersebut bisa berhubungan dengan skripsi yang tak kunjung selesai saya kerjakan. Bisa juga berkaitan dengan pekerjaan yang saya lakukan di bidang psikologi yang empat tahun lebih saya geluti. Tak salah juga dengan menyebut usaha grafis yang saya dan teman-teman bentuk.
Teringat sekitar dua, tiga tahun yang lalu, saya mengupas semboyan ini dalam suatu pelatihan. Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah. Namun, belum tepat rasanya jika semboyan tersebut hanya berhenti sampai disitu. Misalnya saja begini. Saya mengamalkan semboyan itu dalam mengerjakan skripsi. Masih lekat dalam ingatan, lima april dua ribu sepuluh, coretan di kanan atas outline yang saya ajukan pada pembimbing. Beliau berkata, seminggu dari sekarang saya disuruh melaporkan proposal skripsinya, yang artinya saya harus menyerahkan bab satu sampai tiga kepada beliau. Yang artinya juga, outline pertama saya dan satu-satunya, diterima. Dimana teman-teman bahkan kakak tingkat harus bolak-balik mengajukan outline sampai akhirnya diterima.
Kesenangan ini tidak saya perhatikan akibatnya. Sampai pada suatu hari, waktu seminggu yang dinginkan pak pembimbing terlampaui, sampai saat ini. Delapan bulan kurang lima hari. Tiga  bulan pertama masih penuh perasaan bangga. Lihat saya dong, sudah diterima outline-nya. Kemudian semester delapan berakhir. Mulai muncul ketakutan akan pertanyaan yang dilancarkan orang-orang. Yaitu kapan lulus, kapan kerja, kapan nikah, kapan punya anak, dan mungkin akan ada pertanyaan, kapan mati. Semuanya akan menjadi kisah yang kelak bisa kita ceritakan lagi pada anak cucu.
Berpegang semboyan tadi, saya benar-benar mengartikan secara huruf dan kata-kata, tapi tidak pakai hati. Untuk  orang yang kurang pintar seperti saya, harusnya ditambah kalimat menjadi seperti ini, “Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah, langkah lagi, dan langkah berikutnya, hingga bisa sampai tujuan dengan selamat, tepat waktu, dan lancar sesuai dengan yang direncanakan.” Tak ada yang sempurna memang, tapi berusaha yang terbaik adalah hal yang paling masuk akal untuk solusi dari semua permasalahan.
Seorang teman berkata, hanya butuh kurang lebih tujuh tahun fokus dan konsisten dalam satu bidang untuk menjadi seorang ahli dalam bidang tersebut. Om saya pun berkata, percaya diri saja ketika sudah melakukan usaha maksimal dan terbaik dalam kemampuan kita karena tak ada yang lebih mengetahui atau mampu mengetes kemampuan seseorang kecuali Allah. Seseorang lagi berkata, jadi orang sukses itu harus prehaten (banyak tahajud, ngaji, puasa) karena Allah paling bisa diandalkan ketika hamba-Nya butuh bantuan.
Langkah-langkah itu sudah jelas. Tinggal dilaksanakan saja. Tapi butuh lebih dari sekedar tahu dan keinginan untuk mewujudkan itu semua.
Dan hari ini, saatnya telah tiba, maju BAB I ke Pak Thulus, pembimbing pertama.

skripsi1 Dakara.. ganbatte ne, sita :3

Mungkin ini Tomcat. Menurutmu?

Penyakit ini muncul persis saya sadar kalau ini penyakit, itu tanggal 4 Juli 2010. Ketika itu saya menginap di rumah eyang. Keadaan sangat capek sehabis bepergian dan beberapa hari sebelumnya ada kegiatan kemah di luar kota. Ditambah saya lupa tidak cuci muka malam itu. Pagi harinya, muncul seperti baretan tipis, kayak kena kuku. Saya piker ya mungkin karena ketika saya tidur, tidak sadar menggaruk muka waktu digigit nyamuk. Betul-betul tidak terasa apa-apa. Kalau kata tante sih itu pingget karena lama tidur, jadi mukanya ngecap bantal. Di hari yang sama, saya masih sempat berenang dan tidak apa-apa. Tidak perih, tidak sakit, atau gatal.
Namun, keesokan harinya di bekas baretan itu muncul warna merah dan mulai perih. Pagi tidak begitu terlihat, menjelang siang mulai kelihatan, semakin malam semakin menjadi-jadi perih dan merahnya. Sekilas memang seperti kena tampar warna merahnya itu,tapi perihnya..Naudzubillah. Sakiiitt sekali.

Hari ketiga..

Pages: 1 2

Hari Gini Nggak Tahu Talent Coaching?

Banyak orang dengan usia seperti saya, acuh tentang masa depannya. Usia 22 tahun masuk dalam kategori peralihan dari remaja akhir menuju dewasa awal. Dalam hal ini, seseorang berada pada masa awal bekerja dan tinggal satu atau dua tahun lagi menikah. Apakah sudah terpikirkan tiga atau empat tahun lagi, teman-teman akan mempunyai anak? Bekal apa yang sudah teman-teman punya? Materi? Ilmu? Sudah cukup? Pertanyaan ini juga saya tanyakan pada diri saya sendiri. Mungkin Anda belum punya jawabannya, tapi saya sudah. Yaa, paling tidak saya punya jalan untuk mencoba memulainya.
Tugas terpenting orang tua adalah mengenali bakat anaknya. Karena anak-anak pasti memiliki kemampuan unik yang melekat dalam dirinya. Kelebihan unik, kecenderungan khusus yang ada sejak lahir dimiliki setiap orang. Bakat tiap orang atau anak itu berbeda. Kita harus pandai-pandai mengenali sejak dini bakat itu lalu kembangkan secara terfokus dan berkesinambungan.
Dan fakta yang mencengangkan saya dapatkan.
Hasil penelitian Prof. Ken dan Rita Dunn, bahwa:

  • 30% siswa mengingat 75% dai apa yang mereka dengar (auditorial) selama mengikuti pelajaran di kelas.
  • 40% menguasai pelajaran dengan cara visual (melihat dan membaca)
  • 30% menguasai pelajaran dengan cara kinestetik atau ada gerakan atau praktek, menangani bahan, menulis, menggambar, dan terlibat langsung dalam pengalaman nyata yang dapat diterapkan langsung dalam hidup mereka.

Ada lagi hasil penelitian Michael Grinder, dari 30 siswa di ruang kelas:

  • 22 siswa mampu menyerap informasi pelajaran yang ditampilkan dalam bentuk visual, auditorial, maupun kinestetik.
  • 6 siswa hanya mampu menyerap yang visual saja, auditorial saja, atau kinestetik saja. Mereka ini sangat sulit menyerap informasi jika informasi disajikan dalam gaya yang tidak mereka sukai.
  • 2 sampai 3 siswa mengalami kesulitan belajar karena factor-faktor di luar kelas.

Tampaknya ibu saya harus belajar menerima ini dan memperbaiki sistem mengajarnya, begitu juga dengan guru-guru yang lain. Ini penting dan harus diperjuangkan. Ingat, jihad tidak hanya berperang dalam arti konfrontasi fisik. Dan saya mulai dengan mengumumkan ini:

Persembahan Menarik untuk Orang Tua & Guru
SEMINAR SMART PARENTING
The BEST Smart Parenting Revolution Series 2010

Hari: Minggu, 1 Agustus 2010
Pukul: 08.00 - 11.30 WIB
Tempat: Pendhopo Kabupaten Sukoharjo
Tiket: Rp50.000,-
Fasilitas: Seminar kit, Blocknote, Konsumsi, Sertifikat

Materi:
1. Cara Cerdas Mengatasi “Kenakalan” Anak
Oleh: dr. Luluk D.A.R.
(Praktisi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak)
2. Kenali Gaya Belajarnya Lejitkan Potensinya
Oleh: Adnan Ashari P, S.Psi
(Psikologi, Praktisi Pengembangan dan Potensi Diri)

*tiket bisa dibayar lewat rekening bank Anda, silakan hubungi nomor HP di bawah ini

Info Pendaftaran: (0271)7587227 atau 085642377482
Atau hubungi: sita (085642055696)

Tiket tersedia di:
1. Grahadita Komputer (selatan SMA1 Sukoharjo)
2. Akasia Komputer (Gayam Sukoharjo)
3. Fotokopi Kayana (depan Diknas Sukoharjo)

Associate Office:
Griya SINERGI (Capacity Building Institute)
1.) Jalan Merbabu 27 Solo 57127
2.) Kedunggudel 01/I Kenep, Sukoharjo
Email: sinergi.indonesia@gmail.com

Head Office:
Jalan Ketintang Baru III No.79
Surabaya 60231 Jawa Timur

Powered by:
SINERGI (Capacity Building INstitute)
GLOBAL TALENT COACH

facebooknya atau websitenya

promo-leaflet-smart-parenting-seminar

Saya Mau Aktif Ngeblog Lagi, Kamu?

Waktu saya masih nge-blog disitu, rasanya tidak ada beban untuk menulis. Buah pikiran yang saya hasilkan pun mengalir begitu saja. Dan enak dibaca, setidaknya menurut saya pribadi seperti itu. Namun, semenjak saya nge-blog disini, serasa ada beban begitu. Bahwa ketika saya menulis sesuatu di blog berdomain UNS ini, ada tanggung jawab moral yang harus saya junjung atas nama baik universitas tempat saya sekarang belajar. Kuantitas untuk menulis lama-kelaman menurun. Rasanya seperti pisau yang jarang diasah, badan yang jarang olahraga, dan tangan yang jarang ngupil.
Saya mulai mengganti-ganti nama blog dengan berbagai kata, berbagai bahasa, dan berbagai aroma. Sampailah pada suatu hari, saya membuka kembali blog saya yang dulu dengan nama yang tidak asing di telinga dan tak terasa beberapa jam saya merasa kembali ke masa lalu ketika membaca posting-posting cerita jaman dulu.
Akhirnya saya putuskan, blog ini untuk posting artikel yang patut ditempatkan dalam konteks akademis. Blog itu untuk posting apapun dalam konteks bebas dan tetap bertanggung jawab.
Begitulah hidup. Deritanya tiada pernah berakhir.. :lol:
Keeping the originality and be your self.

Les Perancis Hari Ini

Betapa beruntungnya saya mendapatkan sebuah kesempatan emas dengan tajuk Terrasse de France atas gagasan Kepala Puskom, Bapak Sutanto yang saya banggakan. Bersama sekitar 30-an mahasiswa dari berbagai jurusan dan berbagai fakultas di UNS, semua berkumpul di Ruang Vicon untuk belajar bahasa Perancis bersama yang dimulai sekitar pukul tiga sore ini. Cukup sulit memang untuk memulai memahami pelajaran hari ini karena pertemuan kedua ini adalah hari pertama saya. Ketinggalan satu pertemuan tidak akan membuat saya putus asa untuk belajar bahasa Perancis. Perancis itu romantis.

Kata buat hari ini: Je veux manger (baca: ze wu mongze) artinya Saya ingin makan. Nyam ;9

Voes voyez!

The Best Presents Ever

Ke Pantai Depok Bersama Geng Motor
Sabtu, 24 April 2010. Hari yang akhirnya disepakati, yang salah satunya atas usulan saya sendiri, karena di jadwal sebelumnya saya tidak diperbolehkan Bapak pergi. Jadwal berangkat jam tujuh, realisasinya jam sembilan. Sungguh kemajuan yang signifikan dibanding pekan lalu (rencana jam delapan berangkat jam dua belas). Congratulation guys! *senyum kecutt.

Pages: 1 2

Hari Kedua Pelatihan Blog Mahasiswa PKM

Yak.. Seperti biasa, acara-acara puskom yang  ontime ini, dimulai tepat pukul 07.30. Mahasiswa yang saya dampingi sedikit yang dateng, para mahasiswa kedokteran. Mungkin mereka sedang sibuk dengan virus dan penyakit. Hemm..

Pages: 1 2

download ini

update kilat

wazhup dud? (halah)

Sekedar meluangkan waktu buat nge-blog, karena sekarang lagi tinggi ’sense of social networking’ nya. Nggak twitter, facebook,, plurk saya pun (kembali) dijabani.

silakang bergabung Saudara. mari menggila bersama. huehehehe :D

curhat ke A N O

Ano.. Saya kangen. Saya seperti sedang bergelut dengan sebuah boneka red devil lucu empuk kaya punya kalila itu. Rasanya menyenangkan berkutat di sekitarnya. Walau saya tahu, hal itu sudah menjadi komitmen yang harus saya hindari.
Tapi, yang ini berbeda (paling tidak, detik ini saya merasa ini berbeda).. Setiap terlintas wajahnya, memerah pipi dan tersungging senyum lebarku.
Saya yakin bulan ramadhan penuh berkah dan saya pun yakin ketika hari kemenangan itu tiba, saya pun yakin bisa memenangkannya.
:D